Laporan Riset Ekonomi Nasional

Analisis Perkembangan Ekonomi Indonesia (2023-2025) & Proyeksi 2026

Menavigasi resiliensi domestik di tengah volatilitas global: Dari hilirisasi industri hingga transformasi digital menuju visi Indonesia Emas 2045.

1. Ringkasan Eksekutif

Perekonomian Indonesia menunjukkan resiliensi signifikan selama 2023-2025 dengan pertumbuhan PDB stabil di kisaran 5,0% hingga 5,12%. Stabilitas ini didukung oleh inflasi yang terjaga pada rentang 2,5±1% dan kebijakan strategis hilirisasi nikel yang meningkatkan nilai ekspor dari USD 3,3 miliar (2017) menjadi USD 33,8 miliar (2023). Tantangan ke depan meliputi ketidakpastian kebijakan perdagangan global, namun Indonesia mematok target optimis 5,2% - 5,4% pada tahun 2026.

2. Pertumbuhan & Indikator Makro

Kinerja PDB Indonesia didorong oleh konsumsi rumah tangga yang stabil (kontribusi ~54,5%) dan lonjakan ekspor neto. Bank Indonesia melakukan transisi kebijakan dari pengetatan menuju pelonggaran pada akhir 2025 seiring meredanya tekanan inflasi inti.

Tren Indikator Makroekonomi Indonesia (2023-2025)

Indikator 2023 (Realisasi) 2024 (Estimasi) 2025 (Estimasi)
Pertumbuhan PDB (%) 5,05% 5,03% 5,04%
Inflasi (yoy) 2,61% 1,55% 2,86%
BI-Rate (Akhir Tahun) 6,00% 6,00% 4,75%

3. Hilirisasi Industri & Ekonomi Digital

Hilirisasi Manufaktur

Investasi hilirisasi mencapai Rp375,4 triliun pada 2023. Nikel memberikan peningkatan nilai tambah hingga 67x lipat melalui ekspor feronikel dan baterai.

Ekonomi Digital

Kontribusi digital terhadap PDB diproyeksikan 7,1% pada 2025. Transaksi e-commerce melonjak menjadi USD 77 miliar (2022).

Dampak Hilirisasi terhadap Nilai Tambah Komoditas

4. Kebijakan Pemerintah & Stabilitas

Transisi menuju "Sumitronomics" pada 2026 menandai pergeseran ke arah kebijakan fiskal ekspansif yang terukur.

APBN sebagai Shock Absorber

Defisit anggaran 2023 terkendali di 1,65% PDB, memberikan ruang manuver fiskal untuk menghadapi ketidakpastian global.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Alokasi direncanakan Rp71 T - Rp335 T untuk memperkuat kualitas SDM dan menciptakan multiplier effect ekonomi.

5. Perbandingan Regional ASEAN

Indonesia mempertahankan pertumbuhan solid di atas rata-rata global (3,1%), namun masih berkompetisi ketat dengan Vietnam dan Filipina dalam hal laju ekspansi dan PDB per kapita.

Proyeksi Pertumbuhan PDB ASEAN (2025)

6. Proyeksi 2026 & Kesimpulan

5,2% - 5,4%
Target Pertumbuhan PDB 2026
4,0% - 4,5%
Proyeksi BI-Rate 2026
10,5%
Target Rasio Pajak/PDB

"Sinergi kebijakan hilirisasi, transformasi digital, dan penguatan kualitas SDM melalui program perlindungan sosial akan menjadi kunci utama dalam mempertahankan momentum pertumbuhan menuju target jangka panjang Indonesia Emas 2045."

Daftar Sumber & Referensi Utama

Metodologi Riset

Laporan ini disusun melalui sintesis data sekunder dari laporan berkala Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, serta proyeksi lembaga internasional (IMF, World Bank, ADB, AMRO). Analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif pada indikator utama periode 2023 hingga kuartal ketiga 2025, dengan ekstrapolasi tren untuk proyeksi tahun 2026.